Siluet tujuh belas
By: pujangga
Sungguh pilu, ketika kobaran api merasuk ke jiwaku
Haruskah ku terima atau terpaku
Racun merasuki diriku
Melewati orong masa lampau
Tak tau kemana arah
Tegak berdiri
Tubuh ini terguncang
Rebahkan!
Sisi lain itu berkata
Rebahkan!
Sungguh aku tak sanggup melahap racun
Haruskah aku membisu
Hidup ini hanyalah gejolak naluri ilahi
Ku pikir jauh sebelum melangkah
Duri tajam berserakan di jalan
Hidup ini seperti mimpi
Hadir menghadiriku
Walau pahit dan sukar
Aku tetap mencoba
Apakah diri sanggup
Hatiku lelah, berpuluh tangis ku resapi
Berbuih menjalar ke bumi nestapa
Aku tak tau siapakah yang tau tentang diriku
Ketegaran menyelimuti
Kesedihan dan ketakutan menghantui
Siapakah yang merasuki tubuh ini
Aku inginkan masa indah di usia tujuh belas ini
Apakah bisa?
Ataukah hanya kekosongan belaka
Lumajang, 2 Juni 2009



0 komentar:
Posting Komentar