Minggu, 06 September 2009

puisi chairil anwar...

KRAWANG BEKASI

by: chairil anwar

kami kini yang terbaring antara krawang bekasi

tidak bisa teriak " MERDEKA" dan angkat senjata lagi


tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

terbayang kami maju dan berdegap hati?


kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

jika dad rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

kami mati muda. yang tinggal tulang di liputi debu

kenang-kenanglah kam.


kami sudah coba apa yang kami bisa

tapi kerja belum selesai belum apa-apa


kami sudah beri kami punya jiwa

kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan

arti 4-5 ribu nyawa.


kami cuma tulang-tulang berserakan

tapi adalah kepunyaanmu

kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa


kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

kaulah sekarang yang berkata

kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak


kenang-kenanglah kami

terus-teruskanlah jiwa kami


menjaga bung karno

menjaga bung hatta

menjaga bung syahrir


kami sekarang mayat, berilah kami arti

berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian


kenang-kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang di liputi debu

beribu kami terbaring antara krawang-bekasi.

0 komentar:

Posting Komentar